Minggu, 29 Januari 2017

Keutamaan di balik Surat Al Ikhlas





                                                       قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

                                                                                        “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa”.


Diriwayatkan bahwa orang-orang musyrik mengutus Amir bin Tufail kepada Nabi Muhammad SAW, menyampaikan amanah mereka kepada Nabi, ia berkata: “Engkau telah memecahbelahkan keutuhan kami, memaki-maki “tuhan” kami, berubah agama nenek moyangmu. Jika engkau miskin dan mau kaya kami berikan engkau harta dan jika engkau gila akan kami obati. Jika engkau wanita cantik akan kami kawinkan engkau dengannya”. Rasulullah SAW menjawab:



“Aku tidak miskin, tidak gila, tidak ingin kepada wanita. Aku adalah Rasul Allah, mengajak kamu meninggalkan penyembahan berhala dan mulai menyembah Allah Yang Maha Esa”, kemudian mereka mengutus utusannya yang kedua kalinya dan bertanya kepada Rasulullah. Terangkanlah kepada kami macam Tuhan yang engkau sembah itu. Apakah Dia dari emas atau perak?”, lalu Allah menurunkan surah ini. (HR. Dahhak)


                                                                                  اللَّهُ الصَّمَدُ                                             “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”



Hendaknya kita meminta pertolongan hanya kepada Allah, dan tidak boleh meminta pertolongan kepada sesembahan lain selain Allah. Perhatikan ayat kelima dari surat Al Fatihah yang sering kita baca setiap hari “iyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in”, mari kita dalami makna ayat ini.

Kalimat ini bentuk normalnya adalah “na’buduka wa nasta’inuka” (aku beribadah kepadamu dan memohon pertolongan kepadamu), namun ternyata objek kalimat didahulukan menjadi “iyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Secara bahasa Arab, ini menghasilkan makna al hashr (pembatasan), sehingga maknanya “hanya kepada-Mu satu-satunya kami menyembah dan hanya kepada-Mu satu-satunya kami memohon pertolongan”.

Maka orang-orang yang meminta tolong kepada sesembahan selain Allah itu sungguh tidak logis, tidak waras dan menyelisihi fitrah yang bersih. Mereka jatuh dalam kesesatan yang jauh dan terkekufuran yang besar. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka” (QS. Al Ahqaf: 5-6)

                                                                                لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ                                                                                          “Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan”


Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah.
Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman :

Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: “Allah beranak”. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. (Q.S. As Saffat: 149-152).

                                                                          وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ                                                          “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”


Dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, Sifat dan perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beriktikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah

Keistimewaan Surat Al Ikhlas


1. Surat Al Ikhlas Setara dengan Tsulutsul Quran ?

Hal ini berdasarkan hadits :

Dari Abu Said (Al Khudri) bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca dengan berulang-ulang Qul huwallahu ahad. Tatkala pagi hari, orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut dengan nada seakan-akan merendahkan surat al Ikhlas. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al Quran. (HR. Bukhari no. 6643) [Ada yang mengatakan bahwa yang mendengar tadi adalah Abu Said Al Khudri, sedangkan membaca surat tersebut adalah saudaranya Qotadah bin Numan.]

Begitu juga dalam hadits Riwayat Muslim:

Dari Abu Darda dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Quran dalam semalam? Mereka mengatakan, Bagaimana kami bisa membaca seperti Al Quran? Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Quran. (HR. Muslim no. 1922)

An Nawawi mengatakan, dalam riwayat yang lainnya dikatakan : Sesungguhnya Allah membagi Al Quran menjadi tiga bagian. Lalu Allah menjadikan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) menjadi satu bagian dari 3 bagian tadi. Lalu Al Qodhi mengatakan bahwa Al Maziri berkata, Dikatakan bahwa maknanya adalah Al Quran itu ada tiga bagian yaitu membicarakan (1) kisah-kisah, (2) hukum, dan (3) sifat-sifat Allah.

Sedangkan surat Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) ini berisi pembahasan mengenai sifat-sifat Allah. Oleh karena itu, surat ini disebut sepertiga Al Quran dari bagian yang ada. (Syarh Shohih Muslim, 6/94)

Apakah Surat Al Ikhlas bisa menggantikan sepertiga Al Quran? Maksudnya adalah apakah seseorang apabila membaca Al Ikhlas sebanyak tiga kali sudah sama dengan membaca satu Al Quran 30 juz? [Ada sebagian orang yang meyakini hadits di atas seperti ini.] Jawabannya: Tidak. Karena ada suatu kaedah: Sesuatu yang bernilai sama, belum tentu bisa menggantikan.

Itulah surat Al Ikhlas. Surat ini sama dengan sepertiga Al Quran, namun tidak bisa menggantikan Al Quran. Salah satu buktinya adalah apabila seseorang mengulangi surat ini sebanyak tiga kali dalam shalat, tidak mungkin bisa menggantikan surat Al Fatihah (karena membaca surat Al Fatihah adalah rukun shalat,).

Surat Al Ikhlas tidak mencukupi atau tidak bisa menggantikan sepertiga Al Quran, namun dia hanya bernilai sama dengan sepertiganya. Bukti lainnya adalah seperti hadits :

Barang siapa mengucapkan () sebanyak sepuluh kali, maka dia seperti memerdekakan empat budak keturunan Ismail. (HR. Muslim no. 7020)

Pertanyaannya : Apakah jika seseorang memiliki kewajiban kafaroh, dia cukup membaca dzikir ini? Jawabannya : Tidak cukup dia membaca dzikir ini. Karena sesuatu yang bernilai sama belum tentu bisa menggantikan. (Diringkas dari Syarh Al Aqidah Al Wasithiyyah 97-98, Tafsir Juz Amma 293)

2. Membaca Al-Ikhlas 10x menyebabkan Allah membangunkan rumah di surga

Sebuah hadis mengatakan :Barang siapa membaca surah al Ikhlash hingga selesai 10x, maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah di surga. [HR. Ahmad]

3. Membaca surat Al Ikhlash sebab mendapatkan kecintaan Allah

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb telah menceritakan kepada kami pamanku yaitu Abdullah bin Wahb, telah menceritakan kepada kami Amru bin Harits dari Sa'id bin Abu Hilal bahwa Abu Rijal Muhammad bin Abdurrahman, telah menceritakan kepadanya dari ibunya Amrah binti Abdurrahman, saat itu ia berada di rumah Aisyah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seorang lelaki dalam suatu sariyyah (pasukan khusus yang ditugaskan untuk operasi tertentu). Laki-laki tersebut ketika menjadi imam shalat bagi para sahabatnya selalu mengakhiri bacaan suratnya dengan "QUL HUWALLAHU AHAD."

Ketika mereka pulang, disampaikan berita tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau bersabda: "Tanyakanlah kepadanya kenapa ia melakukan hal itu?" Lalu mereka pun menanyakan kepadanya. Ia menjawab, "Karena didalamnya terdapat sifat Ar Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya." Mendengar itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta'ala juga mencintainya." (HR. Bukhari)

Ibnu Daqiq Al Ied menjelaskan perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam Kabarkan padanya bahwa Allah mencintainya. Beliau mengatakan, Maksudnya adalah bahwa sebab kecintaan Allah pada orang tersebut adalah karena kecintaan orang tadi pada surat Al Ikhlash ini. Boleh jadi dapat kitakan dari perkataan orang tadi, karena dia menyukai sifat Rabbnya, ini menunjukkan benarnya itiqodnya (keyakinannya terhadap Rabbnya). (Fathul Bari)

Faedah dari hadits di atas: Ibnu Daqiq Al Ied menjelaskan, Orang tadi biasa membaca surat selain Al Ikhlash lalu setelah itu dia menutupnya dengan membaca surat Al Ikhlash (maksudnya: setelah baca Al Fatihah, dia membaca dua surat, surat yang terakhir adalah Al Ikhlash, pen). Inilah yang dia lakukan di setiap rakaat. Kemungkinan pertama inilah yang nampak (makna zhohir) dari hadits di atas. Kemungkinan kedua, boleh jadi orang tadi menutup akhir bacaannya dengan surat Al Ikhlash, maksudnya adalah surat Al Ikhlas khusus dibaca di rakaat terakhir.

Kalau kita melihat dari kemungkinan pertama tadi, ini menunjukkan bolehnya membaca dua surat (setelah membaca Al Fatihah) dalam satu rakaat. Demikian perkataan Ibnu Daqiq. (Fathul Bari)

Lantas apakah perbuatan orang tersebut perlu dicontoh? Jawabannya, para ulama (semacam Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin) memberi penjelasan bahwa perbuatan semacam ini tidak perlu dicontoh karena beliau hanya menyetujuinya saja, namun bukan bermaksud orang lain untuk mengikutinya dengan membaca Al Ikhlas di akhir bacaan.

Itulah beberapa keistimewaan dan fadhilah surat al-Ikhlas yang bisa saya bagi. Semoga bermanfaat dan kita semua bisa mengamalkan[ ]

Minggu, 19 April 2015

Lirik janji bunga matahari (Stand by me doraemon)





Mengapakah dirimu menangis meskipun diriku, tak sedang menangis
Kesedihan, dan kepahitannya, kau rasapun terasanya, tak menyedihkan bagiku

Hari buruku, rasa kita  berdua, kan jadi kenangan yang berharga untukku 


Ku ingin bersamamu, apakah yang dapat kulakukan demi  berada disampingmu
Satu yang kudamba agar kau selalu  tertawa bahagia  selamanya 
Bagai bunga matahari, tulus hati dan kelembutan diri, segala kehangatanmu 
Satu pesanku padamu  yang ingin aku sampaikan, kebahagianku disini tak akan ku lupakan

Seandainya kitakan berpisah, ruang masa depan lah pemisah kita 
Kupercaya langkah - langkah ini akan membawaku tuk dapat menemuimu lagi 

Langkah kita yang kacau dan berbeda, akan bersatu peluh menyatukan kita

Tak akan ku lupakan saat - saat ku berada di sampingmu, habiskan waktu bersama 
Ku ingin agar kau  lambaikan tangan mu dan tersenyum meski kita berpisah 
Bagai Bunga Matahari, tulus hati dan kelembutan diri, segala kehangatanmu 
Ingin aku membalasnya, namun itulah dirimu, cukup sudah lah itu yang pasti, akan kau ucapkan 

Ku ingin bersamamu, apakah yang dapat kulakukan demi  berada disampingmu
Satu yang kudamba agar kau selalu  tertawa bahagia  selamanya 
Bagai bunga matahari, tulus hati dan kelembutan diri, segala kehangatanmu 
Satu pesanku padamu  yang ingin aku sampaikan, aku temukan arti kebahagiaan sesungguhnya

Selasa, 10 September 2013

Warnai Aku Dengan Aksara

Aku mungkin masih acuh dengan warna
Walau dalam hidupku masih terkalut hitam dan putih
Tapi hanya pena dan aksara mampu memberiku warna
Bergelut dengan basuhan tinta hitam dan putihnya secarik kertas

Alam tak pernah enggan membasuh pagiku
Dari gelut abu-abu kabut embun pagi
Hari-hari yang kulalui masih dengan warna sama
Hitam putih dari pesona keabadian

#Super_Afreza

Senin, 22 Juli 2013

Baja Lunak

Sebut saja ia baja
Tapi ia lembut dan lebih lunak dari lidah
Ia segumpal hati
Tercipta untuk menghayati

Sekeras apapun ia di lukai
Tetap saja ia lembut dan mengasihi
Karena ia segumpal hati
Tercipta untuk mengasihi

Ia baja keras dari sebuah kebohongan
Dan ia lunak dari sebuah rasa cinta dan kasih
Sebab ia segumpal hati yang suci
Tercipta untuk saling berbagi

Ia sudah lama terpatri di dalam diri
Tercipta bagai baja yang saling menyinari
Lembut dan setia untuk saling menemani
Karena ia tercipta untuk saling memberi

Maka hati-hati terhadap hati
Apabila ia di sakiti
Ia kan terkatup
Bak gemuruh di ujung pelangi

#Super_Afreza

Minggu, 21 Juli 2013

Nostalgia Abu-abu

Tubuhku kaku di desauan angin
Ingatanku kejang di pelukan waktu
Terlamat-lamat terkuras habis
Membuatku ingin hilang ingatan

Kotoran-kotoran burungpun menghujani tubuhku
Lumut-lumut mulai menyelimutiku
Jiwaku yang rapuh membuatku tak bisa bergerak
Sebab aku terpasung oleh cinta semunya

Terbasuh oleh peluh kesah
Yang bermandikan hujan air mata
Ingin rasanya ku hujamkan sebuah belati pada asa
Oleh janji cinta yang terbait dan terabaikan

Mulutku yang terbungkam diam seribu bahasa
Mataku yang terpaku serta hati yang terjerat
Dan terjerembab pada sebuah lamunan
Aduh, nostalgia yang menyakitkan.

#Super_Afreza

Jumat, 19 Juli 2013

Mawar Berembun

Mawar berembun
Durimu yang dulu melukaiku
Masih membekas dan terlihat jelas

Hai mawar berembun, rupamu memang indah
Tapi embunmu tak pernah bisa membasahi cakrawala pagiku
Akankah mawarmu dapat tergantikan dengan tulip senja yang kuncup itu
Serta tertangkup di akhir waktu, bergejolak asa semu dan berpendar

Dari setiap jelaga yang kau berikan, selalu saja memberikan rona kepedihan
Akankah kau berfikir menjadi setangkai anggrek liar yang tak pernah terjamah
Oleh kumbang-kumbang jalang yang bersayapkan elang
Yang selalu tega menari-nari indah di sudut kelopakmu

Mawar, kau mungkin bisa saja sembunyi dari sinar purnama
Tapi kau tak kan pernah bisa sembunyi dari sinar mentari
Karena purnama yang selalu membekukan embunmu
Tapi mentari pasti akan melelehkannya
Maka bercerailah kau mawar dengan semua kepalsuan.

#Super_Afreza

Rabu, 17 Juli 2013

Gelombang Jenuh

Bidukku berlayar dan terombang ambing di gelombang jenuh
Sauh yang ku kayuhpun seperti tiada arti
Sebab hujan badai menerpa layarku
Yang membuat kemudi ku patah dua di haluan

Wahai sang pengusa jiwa selamatkan aku dari badai ini
Aku tau ENGKAU yang merencanakan semua
Maka berilah aku mata angin agar bisa ku saungi samudra ini
Dan terlepas dari deru dera cobaan-MU.

#Super_Afreza

Selasa, 16 Juli 2013

Pena

Pena ini terlalu tajam
Tak bisa untuk melukis maupun melantunkan syair

Pena ini terlalu basah
Percikan nodanya telah mengotori mata hatiku

Pena ini terlalu kering
Semua yang kutulis menjadi gersang

Pinjamkan aku sebuah pena
Agar aku bisa melukis dan melantunkan syair yang beriramakan melodi cinta.

#Super_Afreza

Senin, 15 Juli 2013

Perindu Cahaya

Gelap disini ku merenung
Apakah mungkin aku buta
Tidak, aku tak ingin seperti ini
Seperti disinari kegelapan dari terangnya sinar cahaya

Dimana cahaya itu
Aku meraba, meracau , bahkan menggila
Titisan cahaya itu yang ku rindukan
Terang, damai dan mempesona

Aku ingin selalu di selimuti oleh cahaya-Mu
Penerang di setiap jalanku yang terjal dan bergelombang
Serta memapahku dalam kesengsaraan
Mengobati perih luka ku dengan embun kasturi-Mu

Engkau adalah sesosok penerang dalam kalbu ku
Penerjemah setiap lantunan syair ku
Yang berpendar dari kilaunya cahaya-Mu
Hingga terlukislah semua jalan kehidupan ku

#Super_Afreza

Jumat, 12 Juli 2013

Deburan Cinta Sang Sufi

Gelombang Senja pun berurai
Dari pelabuhan cinta yang kunantikan
Aku melihat ombak menjulur di baris bibir pantai
Bak seorang Sufi yang menanti cinta dari sang Ilahi

Disini kta pernah melukis senja bersama
Di pantai yang kita sebut surga
Deburannya yang pernah menghanyutkan cinta kita
Sayang, karang itu telah memecahkan semuanya

Tapi disini aku tak berkecil hati
Aku percaya Tuhan punya rencana lain untuk ini
Karena Dia selalu memberikan cinta yang terbaik untuk umatnya
Cinta Halal yang selalu kunantikan di setiap penghujung senja

#Super_afreza

Selasa, 09 Juli 2013

Senja Abstrak

Kanvas senjaku terlukis oleh rintik gerimis
Lembayungnya abu gelap oleh tinta yang kusebut kelam
Aku terpesona pada surya yang tenggelam
Berjelaga jingga di sudut lukisan

Gerimis di senja ini membangkitkan imajiku
Ku goreskan kuas  di bibir senja
Bermain dengan tinta ilusi berbalut kelabu
Hingga tercipta fajar abstrak yang berpendar

Senja, kau begitu mempesona
Sampai aku tak mampu melukis pesona indahmu
Karena rona yang tercipta sudah tersemat di surga
Hanya cinta, syair dan sketsa yang tercipta untukmu.

#Super_Afreza

Jumat, 05 Juli 2013

Kumpulan Syair-Syair Ku

Aku tak ingin tertidur sesampai aku tak ingin terbangun, terbangkanlah aku bersama angan walau nyata memberi luka.
‪#‎S_A‬


Kini telah ku sembunyikan khayalan-khayalanku, agar aku tak lagi hidup bergelut dengan mimpi. 
‪#‎S_A‬

Bunga liar itu memang berembun , tapi ia tak pernah berjanji bisa membasahi cakrawala pagimu. 
‪#‎S_A‬

Laskar cahaya menggamit berjuta aksara dari setiap kidung doa yang terlantun.
‪#‎S_A‬


Senja ke 12, ia masih tetap kusebut senja dari gemilangnya mentari yang mendamaikan hati.

‪#‎S_A‬

Maafkan aku yang telah melewatkanmu hai senja. Tapi yakinlah bahwa aku tak akan pernah melewatkan cintamu. 

‪#‎S_A‬

kulukis langit pagiku dengan kuas asmara, agar hidupku selalu penuh dengan cinta. start with basmalah. 

‎#S_A

Segelas senja ku teguk sebelum tabirnya raup di telan malam. 

‎#S_A

Aku terlalu menggilaimu puan, tergila-gila pada kerudung senja yang kau lingkarkan di wajahmu.
‎#S_A


Sibisu tak pernah iri pada mereka yang banyak bicara, karena mereka terlalu fanatik terhadap idealisme yang bisa menjerumuskannya pada kesesatan. 

‎#S_A

Kumandikan bejana kerinduan , serta kubasuh ingatan dengan kenangan, dari sebuah kolam yang ku sebut embun purnama. 

‎#S_A

Mimbar subuh melantunkan syair bermega irama dari Al-Quran dan Hadits.

#S_A

Lunturkan imajiku dari sesosok pesona keimananmu. 

#S_A

Kita pernah bersama mengitari bima sakti, namun mentari itu terlalu menyilaukanmu hingga aku terlepas dari genggamanmu.

#S_A

Terjebak aku dalam puisiku sendiri, terdiam tanpa makna dalam pengertian.

#S_A

Pujangga embun bertasbih diantara dua waktu mentari.

#S_A

Ada cinta tumbuh tak berbunga, dingin sunyi dan lembab, bagai lumut yang tumbuh di padang pasir.

#S_A

Kubasuh wajahku di telaga embun, agar hilang rasa peluhku terhadap malam yang tak berbintang, di pucuk mentari aku mengitari cahaya sekelak hanya untuk menghangatkan diri.

#S_A

Ada untaian tasbih di balik lentera senja, teruntai bait zikir dibalik hijabmu yang rupawan hai puan.

#S_A

Purnamaku telah tergadai oleh rayuan cintamu.

#S_A

Duhai wanita senja, disini kumenunggu lembayungmu yg jingga. berharap kita bersama merajut cinta di surga.

#S_A

Sang rembulan menanti pinangan sang mentari.

#S_A

Perempuan sepi, jatuh cinta dengan harmonika yang dimainkannya, dari sebuah malam yang merdu,hingga bulanpun, melinangkan airmata.

#S_A

Hujani aku dengan kasih sayang, rangkul aku dengan sebuah kehangatan, deritapun menjelma menjadi kebahagiaan.

#S_A

Kakiku usang terbakar dari perjalanan panjang, tapi ku yakin perih kan terobati dengan sebuah senyuman.

#S_A

Kujadikan puisi ini sebagai bait dzikirku, agar kita bisa bersama menikmati manisnya buah surga dalam sebuah ikatan suci.

#S_A

Maaf kan aku yang tak sempat menitipkan puisi untukmu, tapi aku kan berjanji menitipkan sejuta doa untukmu, agar mendamaikan hati dan jiwamu.

#S_A

Ku berikan seuntai doa padamu, bukan sabait puisi, karna doa kan menjagamu sampai di surga-NYA nanti.

#S_A

Andai jemari kita berpegang erat dalam ikatan suci, hanya pada ilahi kupasrahkan diri,karena ku ingin menikahimu di surga nanti.

#S_A

Tetesan sinar purnama sayup-sayup redup di ujung penantian ini.

#S_A

Aku resah menanti hujan, karena ia hanyalah isyarat, maka biarkanlah ia menguraikan cerita cinta kita.

#S_A

Aku hanyut dalam larutan penyesalan, berandai akan terbaik untuk esok.

#S_A

Ketika pelupuk mata di ujung sayap bidadari, segala nista terhenti akan hadirnya dirimu di hatiku.

#S_A

Selaksana hati berenggut jiwa, terbuai dalam kata-kata, terbitnya cinta bukan karna disanjung melainkan dipuja.

#S_A

Laraku telah kutulis dalam kanvas hati, awalnya cinta ku jadikan sebagai tinta, namun warna merah karna luka yg tertuang.

#S_A

Takdir yang bagitu kejam, sudah seperti sahabat sejati bagiku, karena ia selalu setia menemani kisah hidupku.

#S_A

Kepada nabi Adam aku ingin bertanya, bagaimana rasanya air mata yang pertama ia teteskan di saat ia terpisah lama dengan hawa.

#S_A

Aku mungkin seorang pengecut dalam mengungkapkan perasaanku kepada wanita, tetapi aku bukanlah seorang pecundang yang merebut hati dan perasaan wanita dari pria lain.

#S_A

Hidup jadi buram tanpa cinta,cinta buram tanpa kasih sayang.

#S_A

Kuntum Mawar Illahi

Buatlah bunga lain iri pada mu hai mawarku
Kuntummu terlalu rapuh dari deru zaman yang semakin gila
Sebab mekarmu hanya sekali
Dari pesonamu yang selalu kunanti

Jagalah selalu kuntummu dari kumbang jalang
madu suci itu untuk bekalmu di akhirat nanti
Mekarmu memang indah mawarku
Tapi kau sangat rapuh untukku genggam

Senjapun menggelapkan pesonamu
Hingga pagi membuatmu indah kembali
Setetes embun pun membasuhmu 
Agar kau kembali suci dari kegelapan malam

Akan tiba masa layumu mawarku
Wangimu pun memudar, Kumbang pun enggan mendekatimu
Karena layumu sebelum berkembang
Maka jagalah selalu kuntummu itu untuk Illlahi

Akan kupetik engkau hingga pencapainmu
Dari kuntum yang selalu kau jaga
Hingga kau mekar mewangi sampai berjuta hasta
Karena kuntummu akan kupersembah kan pada Illahi

‎#Super_Afreza

Rabu, 03 Juli 2013

Cinta Dan Keraguan Tak Saling Sapa

Aku dia dan sepi
Seperti bunga-bunga di musim gugur
Dan hanya kesunyian yang bersemi di hati
Dari sudut taman kota tua yang mati

Hujan gugur dedaunan mengotori bangku taman
Membuat ingatanku lumpuh dari patahnya sebuah semangat
Karena pikiranmu dan hatiku yang tak pernah bertemu
Dan selalu tersesat dalam kabut

‎#Super_Afreza

Minggu, 30 Juni 2013

La Tahzan Cinta

Dalam bait zikirku teruntai sebuah cinta
Teruntuk wanita yang kusebut senja
Wanita salihah yang selalu ku damba
Dan ingin ku pinang dalam ikatan cinta

Puan, andai cinta ini dapat terjamah
Aku akan berusaha menjadi imam dalam surga hatimu
Membimbingmu menuju Jannah-NYA
Beribadah harap akan Ridha-NYA

Walaupun aku bukan yang terbaik
Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik
Terbaik untukmu dan anak-anak kita nanti
Dan sampai maut menjemput aku kan setia padamu

Ku kalungkan bait-bait do'a
Agar cinta ini tak timbul pada zina
Karena cintaku persembahkan hanya pada-NYA
Pada-DIA yang selalu memelihara cinta di dunia

@Super Afreza

Jumat, 28 Juni 2013

sepi

kubasuh wajahku di telaga embun 
agar hilang rasa peluhku terhadap malam yang tak berbintang
di pucuk mentari aku mengitari cahaya 
sekelak hanya untuk menghangatkan diri

bak pelangi di ujung gelisah
laksmana  fajar berderu di ufuk cinta
sepi rasanya tanpa nirwana
seperti rembulan yang tenggelam dalam lautan kenangan

#super afreza

Rabu, 26 Juni 2013

Aku

Aku..
Aku hanya seorang penyair yang bertopeng kepalsuan
Sembunyi dibalik puisi
Dan selalu bermain tulisan bisu

Aku..
Aku hanya seorang pengagum aksara
Tanpa secarik kertas dan pena
Dan selalu bermain dengan kata-kata yang buta

Tapi aku..
Aku yang memujamu tanpa kepalsuan
Dan tak pernah sembunyi dari bait-bait cinta
Bait yang kususun rapi dari sebuah keheningan

Dan aku..
Aku lelaki yang bergelar pemimpi
Yang selalu bermimpi bergelut dengan bintang
Dan selalu merajuk pada kesedihan

Namun aku...
Aku percaya pada cinta
Karena cinta selalu memberi kekuatan
Karena kekuatan cinta dapat merubah segalanya.

@Super Afreza

Minggu, 23 Juni 2013

Syair Kehidupan

Denting jam pagi
Beradu dengan hiruk pikuk suara mobil
Lalu lalang dalam keramaian
Membuatku tersesat dalam lamunan

Aku melamun membayangkan kesepian
Sepi diantara keramaian
Berjalan sendiri diatas trotoar
Melihat anak kecil berperang dengan keramaian

Pikiranku melintas di penyebarangan asa
Kecewa diantara berjuta suara
Suara hati yang senyap di perdengarkan
Dari sebuah suara kekecewaan

Seperti tikungan tajam yang bergelombang
Seperti itu pula jalan kehidupan
Tak ada yang mulus untuk di terjang
Hanya sebuah syair kehidupan yang bisa ku dendangkan

#super afreza

Jumat, 21 Juni 2013

nadi beku

hanya tersisa pecahan beling di sudut hati
darah membeku membuat hati jadi kelam
bersama kepedihan, meninggalkan sisa kabut di hati
bak senja yang datang pulang dan pergi

andai aku bisa memutar waktu
aku ingin mengulang tanpa ada kisah denganmu
karena mencintaimu lebih pedih
dari luka sayatan di ujung nadi.

@super afreza
Copyright© All Rights Reserved super-afreza.blogspot.com