Minggu, 02 Juni 2013

Ramadhan berkumandang



syair menyeruak dalam doa agung
melantun fatwa-fatwa sang nestapa
meniti pahala didamba surga
tak kusangka ramadhan kan tiba

bak penyair sufi
yang selalu berijabah pada puisinya
serta mengais berkah dari jihadnya
alhamdulillah rasa syukurku pada-MU

dari sisa kepingan harapan
kuharap nafasku yang menjadi tasbih untuk-MU
ucapku menjadi zikir pada-MU
dan tangisku menjadikan taubatku pada-MU

Ya Muhaimin, Ya Goffur
Ya Azis, Ya Jabbar
Ya Hayyu, Ya Qoyyum
Ya Halim, Ya Rahman

bukakanlah mata dan hati ku
Untuk lebih memahami Agama-Mu
dan bimbinglah aku kejalan-MU yang lurus
agarku terhindar dari jilatan api neraka-MU

dan perkenankanlah aku menghirup harumnya ramadhan-MU

#super afreza

hujan cinta dan pilu

kulibatkan hujan dalam puisiku
karena ia bersenandung tentang cinta dan pilu
cinta yang tak penah habis mereka bicarakan
sampai dunia menua semua pasti hidup karena cinta

cinta itu memang buta
dan aku mencoba merabanya
sampai aku bisa merasakannya
sebab cintaku tak pernah mampu untuk melihat

ku rajut kata demi kata
dan ku jahit cinta demi cinta
walau goresannya menyisakan luka
namun cinta-NYA tetap akan sempurna

#super afreza

wanita hujan

wanita hujan,
dinginmu begitu menusukku malamku
seperti tetesan zam-zam
yang selalu mendinginkan kalbu

hanya doa yang dapat ku janjikan
kidungnya yang begitu ku percaya
dapat memanjat pintaku untuknya
teruntukmu wanita hujan.

kau begitu suci wanitaku
karena debu selalu luntur oleh rinaimu
rinai yg selalu membentuk cakwala cinta
oleh nirwana yang di dambakan surga

janji tuhan selalu ada oleh malikat cinta yang ia berikan
cinta yang hadir dalam rintik hujan
karena hujanlah, yang telah menyatukan kita
tapi kini hujan pergi tanpa alasan

ia hanya menyisakan genangan
dari tangisan langit kepada bumi
hanya gemuruh yang kuingat
walau pelangi selalu terlambat tiba setelah kepedihan.

#super afreza

hangatnya pelukan

tanpa sengaja telingaku mendengar gemuruh yang berdendang, 
diantara syahdunya hujan malam
hanya setajuk puisi yang mampu menghangatkan
seperti ibu dalam pelukan
hangat, damai, dan tenang.

#super afreza

Selasa, 28 Mei 2013

kemunafikan yang beribukan dusta

ia bertuhankan kemunafikan
beribukan dusta
berjanji bagai malaikat
bersaksi bak bidadari

puisiku tertulis lancang untuknya
bagai kupu-kupu jalang
yang hinggap sesukanya
tanpa rasa dan tanpa cinta

apa yang ia fikir
tak seperti apa yang ia jalani
melihat kebawah tertunduk,terdiam dan tertidur
serta tertawa geli bercerita akan kepedihan

pedih rasanya, menjadi jelata
seperti hidup terbagi oleh kasta
apakah itu golongan ras dan agama
yang selalu di kotak-kotakkan oleh murka

aku bosan dengan semua ini
persetan dengan dusta
persetan dengan janji
persetan dengan semua kebohonganya

#super afreza

Senin, 27 Mei 2013

sajakku berpulang kepada cinta sang penerang

catatanku mengusang
begitu pula sajakku
mereka berdua beradu dengan waktu
menua dan rapuh di ujung tandu

akan ada masanya ku pergi
pergi maninggalkan sajakku
walau hanya tertinggal 
lantunan irama puisiku

hambar terasa , setelah kukunyah sepi ini
terasa seperti berenang di lautan duka
hanya ada tetesan gerimis yang mengalir
di celah-celah keraguan

sebab hilangku pergi
mengikuti jejak irama mentari
bergerak tanpa aba-aba
dan melompat ke dalam lautan cinta

pergi kembali kepada cinta sang penerang.

#super afreza

cinta di ujung gelisah

pada sekuntum pilu ku mengadu
untuk apa hadirnya kegalauan ini
mawar berduri menjawab
untuk menaungi lara hati yg selalu diguyur oleh hujan gelisah

aku yakin, kuntum itu akan selalu mekar menjadi sesuatu yang indah.
bak, pelangi di ujung senja yang selalu indah di setiap ujung sisinya
karena cahyanya membasuh jiwa yang muram durjana
menjadikan hidupnya menjadi lebih berwarana

disini ku beranjak yakin
akan ada pelangi setelah hujan
dan akan ada kebahagiaan
setelah kepedihan

maka terbitlah cinta di ujung gelisah

#super afreza
Copyright© All Rights Reserved super-afreza.blogspot.com