Kamis, 10 Oktober 2013
Selasa, 10 September 2013
Warnai Aku Dengan Aksara
Aku mungkin masih acuh dengan warna
Walau dalam hidupku masih terkalut hitam dan putih
Tapi hanya pena dan aksara mampu memberiku warna
Bergelut dengan basuhan tinta hitam dan putihnya secarik kertas
Alam tak pernah enggan membasuh pagiku
Dari gelut abu-abu kabut embun pagi
Hari-hari yang kulalui masih dengan warna sama
Hitam putih dari pesona keabadian
#Super_Afreza
Walau dalam hidupku masih terkalut hitam dan putih
Tapi hanya pena dan aksara mampu memberiku warna
Bergelut dengan basuhan tinta hitam dan putihnya secarik kertas
Alam tak pernah enggan membasuh pagiku
Dari gelut abu-abu kabut embun pagi
Hari-hari yang kulalui masih dengan warna sama
Hitam putih dari pesona keabadian
#Super_Afreza
Senin, 22 Juli 2013
Baja Lunak
Sebut saja ia baja
Tapi ia lembut dan lebih lunak dari lidah
Ia segumpal hati
Tercipta untuk menghayati
Sekeras apapun ia di lukai
Tetap saja ia lembut dan mengasihi
Karena ia segumpal hati
Tercipta untuk mengasihi
Ia baja keras dari sebuah kebohongan
Dan ia lunak dari sebuah rasa cinta dan kasih
Sebab ia segumpal hati yang suci
Tercipta untuk saling berbagi
Ia sudah lama terpatri di dalam diri
Tercipta bagai baja yang saling menyinari
Lembut dan setia untuk saling menemani
Karena ia tercipta untuk saling memberi
Maka hati-hati terhadap hati
Apabila ia di sakiti
Ia kan terkatup
Bak gemuruh di ujung pelangi
#Super_Afreza
Tapi ia lembut dan lebih lunak dari lidah
Ia segumpal hati
Tercipta untuk menghayati
Sekeras apapun ia di lukai
Tetap saja ia lembut dan mengasihi
Karena ia segumpal hati
Tercipta untuk mengasihi
Ia baja keras dari sebuah kebohongan
Dan ia lunak dari sebuah rasa cinta dan kasih
Sebab ia segumpal hati yang suci
Tercipta untuk saling berbagi
Ia sudah lama terpatri di dalam diri
Tercipta bagai baja yang saling menyinari
Lembut dan setia untuk saling menemani
Karena ia tercipta untuk saling memberi
Maka hati-hati terhadap hati
Apabila ia di sakiti
Ia kan terkatup
Bak gemuruh di ujung pelangi
#Super_Afreza
Minggu, 21 Juli 2013
Nostalgia Abu-abu
Tubuhku kaku di desauan angin
Ingatanku kejang di pelukan waktu
Terlamat-lamat terkuras habis
Membuatku ingin hilang ingatan
Kotoran-kotoran burungpun menghujani tubuhku
Lumut-lumut mulai menyelimutiku
Jiwaku yang rapuh membuatku tak bisa bergerak
Sebab aku terpasung oleh cinta semunya
Terbasuh oleh peluh kesah
Yang bermandikan hujan air mata
Ingin rasanya ku hujamkan sebuah belati pada asa
Oleh janji cinta yang terbait dan terabaikan
Mulutku yang terbungkam diam seribu bahasa
Mataku yang terpaku serta hati yang terjerat
Dan terjerembab pada sebuah lamunan
Aduh, nostalgia yang menyakitkan.
#Super_Afreza
Ingatanku kejang di pelukan waktu
Terlamat-lamat terkuras habis
Membuatku ingin hilang ingatan
Kotoran-kotoran burungpun menghujani tubuhku
Lumut-lumut mulai menyelimutiku
Jiwaku yang rapuh membuatku tak bisa bergerak
Sebab aku terpasung oleh cinta semunya
Terbasuh oleh peluh kesah
Yang bermandikan hujan air mata
Ingin rasanya ku hujamkan sebuah belati pada asa
Oleh janji cinta yang terbait dan terabaikan
Mulutku yang terbungkam diam seribu bahasa
Mataku yang terpaku serta hati yang terjerat
Dan terjerembab pada sebuah lamunan
Aduh, nostalgia yang menyakitkan.
#Super_Afreza
Jumat, 19 Juli 2013
Mawar Berembun
Mawar berembun
Durimu yang dulu melukaiku
Masih membekas dan terlihat jelas
Hai mawar berembun, rupamu memang indah
Tapi embunmu tak pernah bisa membasahi cakrawala pagiku
Akankah mawarmu dapat tergantikan dengan tulip senja yang kuncup itu
Serta tertangkup di akhir waktu, bergejolak asa semu dan berpendar
Dari setiap jelaga yang kau berikan, selalu saja memberikan rona kepedihan
Akankah kau berfikir menjadi setangkai anggrek liar yang tak pernah terjamah
Oleh kumbang-kumbang jalang yang bersayapkan elang
Yang selalu tega menari-nari indah di sudut kelopakmu
Mawar, kau mungkin bisa saja sembunyi dari sinar purnama
Tapi kau tak kan pernah bisa sembunyi dari sinar mentari
Karena purnama yang selalu membekukan embunmu
Tapi mentari pasti akan melelehkannya
Maka bercerailah kau mawar dengan semua kepalsuan.
#Super_Afreza
Durimu yang dulu melukaiku
Masih membekas dan terlihat jelas
Hai mawar berembun, rupamu memang indah
Tapi embunmu tak pernah bisa membasahi cakrawala pagiku
Akankah mawarmu dapat tergantikan dengan tulip senja yang kuncup itu
Serta tertangkup di akhir waktu, bergejolak asa semu dan berpendar
Dari setiap jelaga yang kau berikan, selalu saja memberikan rona kepedihan
Akankah kau berfikir menjadi setangkai anggrek liar yang tak pernah terjamah
Oleh kumbang-kumbang jalang yang bersayapkan elang
Yang selalu tega menari-nari indah di sudut kelopakmu
Mawar, kau mungkin bisa saja sembunyi dari sinar purnama
Tapi kau tak kan pernah bisa sembunyi dari sinar mentari
Karena purnama yang selalu membekukan embunmu
Tapi mentari pasti akan melelehkannya
Maka bercerailah kau mawar dengan semua kepalsuan.
#Super_Afreza
Rabu, 17 Juli 2013
Gelombang Jenuh
Bidukku berlayar dan terombang ambing di gelombang jenuh
Sauh yang ku kayuhpun seperti tiada arti
Sebab hujan badai menerpa layarku
Yang membuat kemudi ku patah dua di haluan
Wahai sang pengusa jiwa selamatkan aku dari badai ini
Aku tau ENGKAU yang merencanakan semua
Maka berilah aku mata angin agar bisa ku saungi samudra ini
Dan terlepas dari deru dera cobaan-MU.
#Super_Afreza
Sauh yang ku kayuhpun seperti tiada arti
Sebab hujan badai menerpa layarku
Yang membuat kemudi ku patah dua di haluan
Wahai sang pengusa jiwa selamatkan aku dari badai ini
Aku tau ENGKAU yang merencanakan semua
Maka berilah aku mata angin agar bisa ku saungi samudra ini
Dan terlepas dari deru dera cobaan-MU.
#Super_Afreza
Selasa, 16 Juli 2013
Pena
Pena ini terlalu tajam
Tak bisa untuk melukis maupun melantunkan syair
Pena ini terlalu basah
Percikan nodanya telah mengotori mata hatiku
Pena ini terlalu kering
Semua yang kutulis menjadi gersang
Pinjamkan aku sebuah pena
Agar aku bisa melukis dan melantunkan syair yang beriramakan melodi cinta.
#Super_Afreza
Tak bisa untuk melukis maupun melantunkan syair
Pena ini terlalu basah
Percikan nodanya telah mengotori mata hatiku
Pena ini terlalu kering
Semua yang kutulis menjadi gersang
Pinjamkan aku sebuah pena
Agar aku bisa melukis dan melantunkan syair yang beriramakan melodi cinta.
#Super_Afreza
Langganan:
Postingan (Atom)
